Saturday, February 25, 2017

Nikmat Kejujuran

Adinda, mungkin bagimu terasa sia-sia menyayangi orang sepertiku, mungkin terasa jenuh bagimu dengan sikapku yang tak menentu. Mungkin kau berpikir bahwa aku tak simpati terhadapmu. Tak apa, tidak ada yang salah dalam berprasangka. Tapi jujur, aku lah yang teramat sering memperhatikanmu dalam diam, Tak pernah jeda merindumu dalam bisu. Memang akan lebih anggun jika ku utarakan, tapi aku malah khawatir jika hal itu hanya akan menjadi kebiasaan belaka. Rindu itu bukan di kata atau frasa, rindu itu di jiwa dan rasa. Biarkan aku mengagumimu lewat malam dan jarak, biarkan aku menyapa dengan sederhana dan secukupnya. Bukan berarti aku lupa atau tak perduli, bagiku kau adalah detak nadi yang tak perlu ku bahasakan terlalu banyak. Adinda yang memesona jiwa, walaupun kau tak ku sapa percayalah nama dan sosok mengakar lalu mengalir di darahku. Sungguh sulit ku ungkapkan betapa kesibukan memaksaku tuk merindumu lebih dalam lagi. Adinda, percayalah usahmu tak akan pernah sia-sia. Aku paham betul ihwal kewajibanku, untuk itu aku hendak menyampaikan kerinduan lewat tulisan ini. Semoga kau akan paham dan lebih sabar menyikapi waktu.
Share:

Friday, February 24, 2017

Istirahat

Akhirnya Bibirmu menjadi bangkai di keningku,
setelah hari tertatih-tatih berlari,
juga hati yang tak letih-letih mencari,
batas jalan membawamu menuju tualang,
aku menjadi kata yang tak fasih lagi menyembunyikan lagu kehilangan.

di wajahku, Mata air mengalir menjadi air mata,
sekumpulan rasa tak mampu menjadi frasa pereda duka, puisiku penuh luka, 
detak detik waktu menyayat bait demi bait, 
hingga tersisa huruf-huruf kecil yang kehilangan makna.
masa depan telah lama melupakan kita,
tak ada gunanya kau menaruh cinta,
aku tak berani lagi merawat harapan.

Polewali, 24 Februari
Share:

Thursday, February 23, 2017

SEKILAS TENTANG PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH

Perencanaan Pembangunan Daerah
Menurut UU Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan pembangunan nasional yang disebut Perencanaan adalah suatu proses untuk menentukan tindakan masa depan yang tepat, melalui urutan pilihan, dengan memperhitungkan sumber daya yang tersedia. Sementara pembangunan daerah adalah pemanfaatan sumber daya yang dimiliki untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat yang nyata, baik dalam aspek pendapatan, kesempatan kerja, lapangan berusaha, akses terhadap pengambilan kebijakan, berdaya saing, maupun peningkatan indeks pembangunan manusia.
Dengan demikian perencanaan pembangunan daerah adalah suatu proses penyusunan tahapan-tahapan kegiatan yang melibatkan berbagai unsur pemangku kepentingan didalamnya, guna pemanfaatan dan pengalokasian sumber daya yang ada dalam rangka meningkatkan kesejahteraan sosial dalam suatu lingkungan wilayah/daerah dalam jangka waktu tertentu.
Perencanaan pembangunan daerah dirumuskan secara transparan, responsif, efisien, efektif, akuntabel, partisipatif, terukur, berkeadilan dan berkelanjutan yang meliputi Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) yang dilaksanakan untuk 20 tahun, Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) yang dilaksanakan selama 5 tahun dan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) untuk periode satu tahun.
Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tata Cara Penyusunan,
Share:

Aku Pergi Ketika Segalanya Pulang

Akhirnya aku tinggal dan kau meninggalkan,
ketika langit berapi-api, dan mataku diusap asap, aku tak apa-apa
Perpisahan akan tiba jua,
sekuat apapun kita meringkas jarak dan masa.
Kemarin akan pergi, sebentar lagi, sebentar pagi.

Sedangkan,
Malam ini, nyeri menari-nari mencari kenangan
yang tercuri oleh jutaan kehilangan,
dan untuk kepingan kisah yang paling kasih,
aku amat berterimakasih.

Desember menjatuhkan diri kepelukan masa lalu,
bulan hujan berjalan menuju pulang,
tahun akan berulang, aku akan kembali berulang tahun.

Untuk mata yang gagal membendung harapan,
maafkan atas ketidakberdayaanku di hadapan kenyataan
selama dua belas purnama lebih.

-Hampir Januari

Share:

Kala Ku Tiada Lagi

Aku akan pergi meninggalkanmu
Kala jemariku tak mampu lagi tuk ungkapkan semua isi hatiku,
bahkan usus dan segenggam khayalanku
Aku akan pergi meninggalkanmu
Kala kata tiada lagi bermakna
Kala mentari telah begitu gelap
Dan aku tak tahu lagi posisiku dimana.

Aku akan pergi meninggalkanmu
Kala semua yang pernah kutanggalkan kupakai dan kuketatkan kembali
Dimana aku kembali menjadi bayi lagi

Dan saat kau ke rumahku Lalu kau tancapkan bendera putih
Lalu kau pahat nisanku
Kau galikan liangku Kau taburinya dengan bunga
Dan kau menangis sedang aku tersenyum
Maka aku takkan pergi meninggalkanmu
Karena aku masih berada di setiap puisiku
Kecuali kau tak betah lagi Kala aku menyanyi,
teriak dan diam di rumah imajimu.

Makassar, 2000
Share:
Kita dalam Kata

BTemplates.com

Powered by Blogger.

Berita Harian

Pages - Menu

Popular Posts

Popular Posts