Saturday, February 14, 2015

Merendah

Adinda, mungkin bagimu terasa sia-sia menyayangi orang sepertiku, mungkin terasa jenuh bagimu dengan sikapku yang tak menentu. Mungkin kau berpikir bahwa aku tak simpati terhadapmu. Tak apa, tidak ada yang salah dalam berprasangka. Tapi jujur, aku lah yang teramat sering memperhatikanmu dalam diam, Tak pernah jeda merindumu dalam bisu. Memang akan lebih anggun jika ku utarakan, tapi aku malah khawatir jika hal itu hanya akan menjadi kebiasaan belaka. Rindu itu bukan di kata atau frasa, rindu itu di jiwa dan rasa. Biarkan aku mengagumimu lewat malam dan jarak, biarkan aku menyapa dengan sederhana dan secukupnya. Bukan berarti aku lupa atau tak perduli, bagiku kau adalah detak nadi yang tak perlu ku bahasakan terlalu banyak. Adinda yang memesona jiwa, walaupun kau tak ku sapa percayalah nama dan sosok mengakar lalu mengalir di darahku. Sungguh sulit ku ungkapkan betapa kesibukan memaksaku tuk merindumu lebih dalam lagi. Adinda, percayalah usahmu tak akan pernah sia-sia. Aku paham betul ihwal kewajibanku, untuk itu aku hendak menyampaikan kerinduan lewat tulisan ini. Semoga kau akan paham dan lebih sabar menyikapi waktu.
Share:

Esensi Politik

Aristoteles telah jelas membahasakan bahwa esensi dari politik adalah moral, tapi zaman seolah berkata lain. Numenklatur politik telah sampai pada pemaknaan yg berbeda, sungguh politik praktis dewasa ini terlihat amoral. Kekuasaan bagai buah simalakama, selalu ada tumbal untuk mewujudkannya. Kemarin POLRI, hari ini KPK entah besok siapa lagi. Semakin banyak penguasa, akan menumbalkan banyak kebaikan. Tak bisa dipungkiri bahwa Teori Trias Politika klask ala Montesque lebih santun dan bermoral dibanding sistem trias politika modern saat ini. Satu hal yg pasti bahwa waktulah tempat bermuaranya kebenaran. Wallahu A'lam
Share:

Skeptisme

Aku sedikit takut tuk mengisahkan kebenaranku pada semesta, untuk apa alam ku jadikan tempat tuk berkisah. Sungguh penghianatan terasa nyata di sini. Sandiwara pun semakin terlihat wujudnya, lalu apa yang harus ungkap padamu atau mereka ? Apa kau akan terus yakin denganku ? Atau apa yang harus ku perbuat pada mereka ? Apa mereka paham betapa sering aku mengubur diri untuk mereka ? Sungguh tak akan ada yang bisa ku jadikan alasan selain daripada ke-Cintaanku pada semesta yg kejam ini.
Share:

Senja

Sungguh kecintaanku bagai Senja, tak akan lama kau nikmati namun ia begitu ikhlas mempertemukan hangat mentari dan sejuk rembulan. Betapa murni dan ikhlas, memang benar kadang cinta yg anggun serasa hampa jika dibalas dengan harapan-harapan semu. Mungkin kau terlalu banyak berprasangka, hingga sampai pada titik jenuh prasangkaan. Namun seperti apapun kau mengira-ngira cinta akhirnya pun kau akan jatuh pada kekeliruan. Benar, senja tak akan lama, kecuali kau menggenggam dan menyimpannya. Dan sampailah pada masa yg telah kita ketahui sebelumnya. Terima kasih telah menjadi Ombak, terima kasih karena telah menjadi kisah dan kasih. Dan sungguh kau sedang keliru.
Share:

Bahasa Isyarat

Apapun yg saya bhasakan mungkin tak akan mengubah kebenaran yg Adinda Pkirkan, sya mengakui bhwa sya benar telah keliru dalam bersikap. Tapi apapun yg sedang Adinda pkirkan, bisa benar dan bisa saja malah ternyata salah atau berbeda dgn yg sbnarnya. Maaf, tp sy slalu meniatkan hal yg baik-baik untk Adinda, jikapun masih terdapat kekeliruan dalam praktiknya, saya memohon maaf, krna sya pun hnyalah manusia. Maka izinkan sya untk senantiasa memperbaiki diri, terima kasih atas tegurannya. InshaAllah sya akn lbh bnyak memperbaiki diri.
Share:
Kita dalam Kata

BTemplates.com

Powered by Blogger.

Berita Harian

Pages - Menu

Popular Posts

Popular Posts