Sunday, November 16, 2014

8 November pukul 23:36

Ku sebut kau gerimis pertama di Awal November, sejuknya getarkan jiwa dan lukis warna-warna rindu. Aku larut pada hening dan anggun langit yang mendung. Ini kali pertama ku tatap dan menyentuhmu dengan dingin semenjak kau hilang beberapa waktu yg lalu.
Share:

Tuesday, November 4, 2014

"Cinta ada pada Kesendirianmu"


Untuk malam dan ihwal kegelapannya,
sengaja ku tulis rasa pada hening dekapan angin.
Menyanyikan rindu dengan irama-irama yang sendu,
Ingin ku membawa duka menari di angkasa, tapi pekat awan semakin erat memelukku, jiwaku remuk bagai dedaunan di musim kemarau, tak ku temui hijau seperti kemarin.

Adinda yang memaksaku tuk menulis tentang sepi,
maaf, jika diksi yang ku pilih beraroma fiksi, atau mungkin tak kau sukai,
aku tak akan pernah bisa melukismu dalam kesendirian, sebab kesendirian adalah sunyi, sunyi adalah hampa, dan hampa bukanlah apa-apa.
Sementara zat dan rekah senyummu telah berpadu pada tiap garis, tiap baris, tiap frasa dan tiap rasa dari bahasaku. Tak pantas kau tuk ku abadikan dalam sajak-sajak atau puisi sepi.

Adinda, lihatlah ke langit luas, pandangi tiap-tiap warna yang hinggap di dahan dan ranting malam, kau tak pernah melukis merah atau biru, tak salah jika malam tak pernah memberimu warna selain gelap dan sedikit cahayanya.
Maaf jika ku sebut kau sebagai adinda, dan maaf jika pintamu tuk menyendiri tak mampu ku kabulkan lewat berkata, Adinda.
Jika waktu telah menyentuh sejuk mentari esok, dandanilah senyummu dan warnai langit, serta dengar permohonanku agar tak pernah lagi kau memaksaku tuk membacamu dengan sunyi. Karena Tuhan dan keindahan Cintanya akan selalu ada dan paling dekat denganmu.


Makassar, 04 Nov. 2014
Share:

Freies Ermessen dalam Administrasi Negara


Freies ermessen adalah sebuah istilah yang digunakan dalam bidang pemerintahan, yang menurut Marcus Lukman, diartikan sebagai salah satu sarana yang memberikan ruang bergerak bagi pejabat atau badan-badan administrasi Negara untuk melakukan tindakan tanpa harus terikat sepenuhnya pada undang-undang. Kewenangan ini diberikan oleh pemerintah atas dasar fungsi pemerintah, yaitu untuk menyelenggarakan kesejahteraan umum, dan kewenangan ini merupakan konsekuensi logis dari konsep Negara hukum modern (welfare state). Namun, tentu saja kewenangan ini (freies ermessen) tidak dapat digunakan tanpa batas dan haruslah memenuhi unsur-unsur sebagai berikut:
a. Bertujuan untuk mengoptimalkan pelayanan publikb. Merupakan tindakan aktif dari administrasi Negarac. Dimungkinkan oleh hukumd. Atas inisiatif sendirie. Bertujuan untuk penyelesaian masalah-masalah penting yang timbul secara mendadak.f. Dapat dipertanggungjawabkanMenurut Laica Marzuki, 
Share:

Freies Ermessen (Diskresi)

Salah satu aspek penting yang terkait dengan prinsip akuntabilitas dalam reformasi birokrasi Indonesia saat ini adalah perihal kewenangan diskresi. Sebagaimana diketahui, diskresi ataupun yang lazim dikenal dalam bahasa Jerman sebagai Freies Ermessen merupakan suatu bentuk penyimpangan terhadap asas legalitas dalam pengertian wet matigheid van bestuur.
Secara bahasa freies ermessen berasal dari kata frei yang artinya bebas, lepas, tidak terikat, dan merdeka. Freies artinya orang yang bebas, tidak terikat dan merdeka. Sementara itu ermessen berarti mempertimbangkan, menilai, menduga, dan memperkirakan. Freies Ermessen berarti orang yang memiliki kebebasan untuk menilai, menduga,
Share:

Tanggung Jawab Negara (STATE RESPONSIBILITY)

Berdasarkan hukum internasional, suatu negara bertanggung jawab bilamana suatu perbuatan atau kelalaian yang dapat dipertautkan kepadanya melahirkan pelanggaran terhadap suatu kewajiban internasional, baik yang lahir dari suatu perjanjian internasional maupun dari sumber hukum internasional lainnya. Dengan demikian, secara umum, unsur unsur tanggung jawab negara adalah :
q  Ada perbuatan atau kelalaian (act or omission) yang dapat dipertautkan (imputable) kepada suatu negara;
q  Perbuatan atau kelalaian itu merupakan suatu pelanggaran terhadap suatu kewajiban internasional, baik kewajiban itu lahir dari
Share:
Kita dalam Kata

BTemplates.com

Powered by Blogger.

Berita Harian

Pages - Menu

Popular Posts

Popular Posts